muhasabah 25 tahun

Alhamdulillah.. segala kesyukuran dipanjatkan kepada Allah Ta’ala.. yang memberikanku kefahaman tentang nilai dan erti hidup sebenar, supaya aku dapat mengenali dengan lebih dekat siapa Tuhanku, bagaimana aku diciptakan, kenapa aku diciptakan, untuk apa kesemuanya ini ada di depan mataku..ya Allah.. aku lebih mensyukuri nikmat yang diberikan kepadaku, dan aku lebih mencintaiMu, tapi benar, aku juga lebih takut akan seksa dan azabMu, takut untuk membuat maksiat, takut untuk melemaskan diri dalam lautan jahiliyyah yang pernah cuba melemaskanku sewaktu ketika dahulu.. ya Allah.. sesungguhnya aku hanyalah manusia, yang ada kelebihan dan banyak juga cacat celanya.. tapi apa yang kuharapkan adalah keampunan dan rahmatMu.. supaya aku tidak tergolong dalam orang yang pada hari itu tunduk malu dan kesal dihadapanMu kerana ingkar dan sombong kepadaMu..

Semoga 25 tahun yang telah ku lalui diberkatiMu. Semoga detik-detik hidupku yang selebihnya ini dapatku gunakan untuk mendekatkan diriku kepadaMu, dan meraih mardhatiLlah yang aku dambai.

—-

Saja nak share di sini, koleksi gambar2 yang berlatarbelakangkan langit =)

 

usrah di tepi pantai sambil melihat sunrise

mukhayyam akhawat

trip naik ferry melihat sunset dgn zauj =)

di usyd bersama zauj

jaulah akhawat dari melbourne ke adelaide

muhasabah diri di coogee

dalam perjalanan ke wyong, rehlah bersama akhawat

perjalanan balik ke rumah dari uni

perjalanan balik dari mesia ke sydney..

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah

Allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar..

La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzalimin..

Salam wbt..

It’s already past midnight…and I probably think I should head home. Of course..why would someone want to stay up in the lab on a Friday evening T_T but gladly I would say, Alhamdulillah.. finished an experiment that had so many so many obstacles. Can you believe it, it took me (and supervisor) almost a semester to solve numerous problems in that experiment just to make it work…and although I have finished this experiment, the result will determine whether or not I should repeat it with further alterations. So in actuality, it has not yet finished. Huhu.

Although I may be entitled to feel depressed because of my state of life (some would ask, ‘Do YOU have a life?’ *smirk*), I’m not. Alhamdulillah I am soooo not =) Before this I did question why I chose to continue my study here, away from my husband (actually he was suppose to come but something happened), away from the people I love (and missing so much), family etc. Why, for the fact that I do have an alternative, I did have a choice (peluang beramal di mana-mana). That was when I got ‘depressed’ because I thought I made the wrong decision. I know I shouldn’t feel this way, but if you have so many things that are against you, you couldn’t help but to think that you’ve made a mistake. It didn’t help that I was struggling with my PhD, I almost thought that this was not for me.

Actually, I already had a reason as to why I should come here. That was even before I came here. The best reason that anyone, any Muslim, any Mu’min can have for being where he/she is. Subhanallah. But really, just knowing without putting your whole heart in it is nothing. Astarghfirullah. Alhamdulillah Allah made me sit down and really question myself. And it goes back to the same thing but now with an enlightenment. Pembaharuan niat ^_^

I still miss my husband, and my family, and akhawati fillah over there. But I chose to persevere here because I believe that Allah has stored something good for me. It became clear to me that it doesn’t matter where we are, or whatever that is being presented (or afflicted) to us, what matters is how we see it and act upon it and that is observed by Allah SWT. Although this is way easier to say than do, this is what I have been believing for so long and I should stick to and be reminded by it always. It is all about learning and Alhamdulillah I am growing =)

So many things to contemplate, but it’s really getting late. I hope Allah will forgive me for my past mistakes and include me as one who has strength in Iman and Taqwa.

@—/—–

La ila ha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzalimin..

Reflection, once more

And it will never stop.

I feel that everything around me moves so fast that I feel like I can’t breathe easily or actually breathe slowly (I enjoy breathing slowly..it gives you peace =)). In other words, hati dalam tak tenang. I don’t want to blame my busyness.. that’s not right. For the busiest person on Earth can be the happiest, and the least busy and most relaxing person can easily enter into depression.

If it’s not my busyness, then what is it?

Upon reflecting my prac class with those 2nd year students this morning.. it didn’t turn out well. First of all, I was underprepared. I did my work, i.e. I did my readings, but that was not enough to actually overcome the sooooo many typos in the manual, and to clarify my confusion over the instructions. Rather than attempting to work my way out of the haze, I ignored it. The result was, unsurprisingly, confused and frustrated students. What’s more, my confused face wasn’t helping them. That made me really felt bad, because these kids deserve so much more. I felt evil. Zalim. Tak memberikan hak sepenuhnya kepada yang patut menerimanya =(

What also makes me nervous (hati tak tenang) is the fact that there will be a lab inspection in a few days, where some outside authority will conduct an annual inspection to ensure that the lab we’re working in is up to par with the national standard. Being the lab manager of course I am nervous. Dengan banyak benda yang kena amend.. how can I not be nervous. But again, I have not prepared fully for this, or lead people the way I should be. Hence, ketidaktenangan.

What’s more, this Friday I will face my review panel for my first annual review. For the first time, I will meet them and discuss my project, and this will determine whether or not I’m fit enough to continue my PhD. Goodness gracious. Can I do this?

On top of that, I just moved into a small place, and finallly let go of the old one. Things from the old place kept on adding into the new place and the last time I saw it, I felt that it was more like a garage store than an actual home. Lagi lah tidak tenang….. huhuhu I am trying my best to ignore this one because this should be very well a minor thing but still! argh!!! lemas lemas

So yes, I’m blurting what I’m currently facing because.. I want to find the real reason why I feel unease. Usually I would feel this if I don’t have a sense of control with what I’m doing. And this is probably why. Underpreparation. Lack of time management. Lack of prioritisation.

Allah dah berikan masa, gunakan dengan sebaiknya. To complain that there is not enough time would totally be rejected by me, especially if it’s coming from my very own mouth. If I really use the time that Allah give me the best that I can, there is no reason for me to feel unease  because I really have tried my best.

The question is, have I?

Salam mujahadah :)

Ya Rabb..

Betapa lamanya tak masuk blog ni dan menulis.. dan sebenarnya ana memang tengah mengejar masa..pun tak sempat nak tulis apa2 huhu masyaAllah..

Sesiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat, hendaklah dia bercakap yang baik atau dia diam (Riwayat al-Bukhari)

Ok lah, dengan mengingati hadis significant ni, dan kerana ana hanya mempunyai beberapa saat utk menulis sesuatu yang berguna/baik, ana cuma nak nyatakan betapa rindunya ana dengan akhawat di Malaysia, dan akhawat yang dah meninggalkan bumi Australia ni. Tak lama lagi ana akan ditinggalkan lagi dengan satu lagi kumpulan akhawat.. perasaan ditinggalkan sememangnya sayu dan penuh haru biru.. ya Allah.. permudahkanlah urusan di dunia dan akhiratku..dan berilah kekuatan padaku..

Ana doakan semoga kalian sentiasa berada di bawah lindungan dan keberkatanNya. Moga kita semua tsabat di jalan yang benar hingga destinasi terakhir kita, tempat rehat yang sebenar-benarnya. Ana uhibukunna fillah akhawat, keep on mujahadah.

Mujahid dengan lawannya yang penakut

Reflection

Salam wbt..

I was just discussing with my zauj about how ikhwah yg berada di Sydney sekarang ditajmik oleh abang2 ikhwah senior (yang skrg dah selamat grad, walimah (or in the planning) dan menetap di malaysia for good..well that actually includes him). Bagaimana ikhwah2 ni dulu byk betul hurdles utk mereka sampai di mana mereka brd skrg.. Alhamdulillah, hampir semuanya masih tetap istiqamah dlm tarbiyyah dan amal, ada yg lebih cepat progressnya dlm tarbiyyah di atas komitmen dan kesetiaan yg diberi.. Murabbi mana yg tak akan senyum gembira melihat anak buahnya semakin hari semakin meningkat.. 🙂

Apa yg lebih terkesan kpd hati ana adalah bagaimana ikhwah2 senior ni masih tetap sabar dan istiqamah dlm mendidik mad’u2 mereka yg dulunya begitu byk masalah yg selalunya dijadikan alasan utk tidak mahu bersama2 dakwah dan tarbiyyah (cthnya personal problem la, duit la, kesihatan la, dll). Tetapi akhirnya hasil drpd kesabaran, kesungguhan dan keikhlasan mad’u2 mereka skrg menjadi rijal2 yg setia bersama2 menegakkan kalimah Allah, bersemangat dlm mendalami agama islam serta mengajak yg lain utk bersama mereka.. Semoga mereka terus tsabat atas jalan ini..

Tiba2 teringat bagaimana waktu ana ditajmik dulu.. Ana dulu bukanlah antara orang2 yg ‘ditarget’ utk masuk dlm sistem tarbiyyah ni huhu..mungkin sebab appearance atau kawan2 yg ana bergaul dengan dulu menyebabkan susah utk penetrate.. Tapi disebabkan keinginan yg kuat dlm diri ana untuk kebaikan (this has a longer background story behind this) dan berkat kesabaran akhawat dlm memimpin ana (dan juga doa2 drpd mereka I’m pretty sure) Alhamdulillah I am here where I am now.. Masih lagi jauh perjalanan itu memang pasti, tapi alhamdulillah ianya sekarang di atas jalan yg benar..

I thank Allah for His guidance.. I ask Him to make me a better leader and daie, whom has no fear to stand up for the truth and be firm on her two feet, and yet who is soft and capable to touch people’s hearts like how Rasulullah touches so many before us… I know this can’t be achieved just by me typing this out, I know I have to make the utmost effort to make this wish come true..Ya Rabb, have mercy on me and others who seek guidance towards You…

Malaysia, here I come :)

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..

I cannot express how grateful I am towards the Almighty Allah for showering me with sakeenah after a long day of contemplating, indecisiveness and all those stuff that makes one heart  goes, well, tak tenteram hehe.

Remember I was praying to Allah whether I should move out or not with my childhood friend? Memang lepas solat tu, rasa hati tak tenteram.. there’s something wrong somewhere… dan tiba2 pula adalah adegan yang menyebabkan ana tak leh pun nak keluar dari rumah yang ana duduk sekarang, dan kiranya akan stay dgn housemate lama (akhawat) utk 6 bulan sebelum dia habis study dia (lepas tu barulah tinggal ana seorang huhu).

Tapi kerana dah janji dgn Ms Childhood Friend (CF) tu utk pindah dgn dia, timbullah suatu conflict. Tak leh nak tinggalkan dia, satu sebab dah janji, satu lagi sebab kenapa dia nak pindah dgn ana adalah kerana dia tak nak hidup bersama org2 yg minum arak, bawa masuk lelaki etc (alhamdulillah ada kesedaran kat situ).. dan dia hanya kenal ana yang tak buat benda tak senonoh ni. Tapi bolehkah dia menerima hakikat kehidupan akhawat macam mana? Dengan solat berjemaahnya, dgn tiada privacynya (kecuali ketika mandi), dgn hidup secara ‘berjemaah dan kolektif’ yg sangat berlainan dengan apa yang dia telah rasai selama 7 tahun dia berada di Sydney. Ana dah cuba utk explain, dan dia faham dan ingin bertekad juga untuk belajar hidup secara akhawat at least utk 6 bulan ni. Erk. At that time I seriously wanted to escape from all this and have some time to think tapi masa tak menyebelahi diri…

Selepas istikharah, istisyarah, syura express, isti’zan.. maka keputusannya adalah utk mempelawa Ms CF masuk ke rumah kami.. moga2 keputusan ini adalah terbaik utk akhawat, dia, dakwah dan tarbiyyah.. walaupun sangatlah berlainan dengan apa yang ditetapkan sebelum ni, tapi memberikan ketenangan kepada kami.. semoga kami bertiga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru ni.. kena mujahadah lebih.. hmm mungkin itu yang Allah mahukan utk diri ana sendiri.. wallahu’alam.

In the meantime, insya Allah, ana akan pulang ke tanah air hari Khamis ni..tapi cuti 10 hari sahaja huhu. Insya Allah, kalau sempat nak jumpa sangat dengan semua.. 🙂 kalau ada sesiapa yang free call la ana ya 019 211 4960 at least dapatlah bersembang sekejap.

Ok Ellin.. jangan dok excited sangat.. buat kerja tu!

Tiada tarbiyyah jika tiada perubahan

Seseorang pernah berkata, ‘Jika tiada perubahan (positif) yang berlaku pada diri, itu bermakna kita tak mengalami tarbiyyah walaupun pada zahirnya nampak sahaja kita seolah2 melaluinya’.

‘Kalau seseorang itu selesai menjalani usrah pada minggu itu dan keluar tanpa rasa apa2 dan tiada perubahan, sama sahaja seperti dia sebelum pergi usrah, maka usrah itu bukan tarbiyyah’.

Padahal usrah itu adalah asas pada tarbiyyah 😦

Sigh.. risaulah begini.. utk memimpin manusia adalah satu beban.. utk memastikannya dipimpin dengan betul satu lagi beban.. utk mengharapkan perubahan yang ada padanya atas usaha kita, tak ada beban sebenarnya, kerana perubahan itu hanya boleh dilakukan oleh dia sendiri, dan daripada hidayah yg datang drpd Allah swt.

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendakiNya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mahu menerima petunjuk” (Al-Qasas:56)

Tapi memang fitrah manusia utk lihat kepada hasil.. apabila hasil usahanya berjaya, maka seronok dan gembiralah pengusaha itu.. tapi apabila hasil usahanya gagal, maka sedih dan hampalah pengusaha itu..

Sama la macam mak..kalau mak kita tengok kita berjaya hasil daripada didikan, asuhan dan ajarannya, maka gembiranya tak terkata, bangganya hati mak kita.. tapi kalau kita teruk, not necessarily apa yg dia harapkan technically (i.e. jadi chef dan bukan doktor seperti yang dia mahu) tapi dari segi akhlaknya, peribadinya, fikirannya etc rosak.. oh, the disappointment she’d feel cannot be described in words..

Tiba2 rasa gementar utk ada anak nanti.. mungkin time dia baby dan budak kecil ok lagi, tapi bila dah besar, dah remaja, lepas tu jadi young adult.. minta2lah Allah menjadikannya seorang anak yang soleh/solehah sampai akhir hayatnya.. sejuk hati umi abi melihatnya.. because I think I’d know how it feels if it turns out to be the opposite (na’udzubillahi min dzalik), though I’m not sure about how much of it (the painfulness) would really feel like for a real mum.

😦

Patutla ‘Syurga adalah di bawah tapak kaki ibu..’. Mujahadah seorang ibu utk mengandungkan, melahirkan, menyusu, memberi makan, mengasuh, memandikan, membelai, mendisplin, sabarnya dgn anak dia, sanggup buat apa saja utk kebahagiaan anak dia etc etc oh my God.. nak nangis kalau tengok orang sanggup menderhaka kepada mak dia…macam mana dia sanggup buat macam tu…

Hmm.. macam mana boleh sampai ke sini pulak ye.. hehe, tersasar sedikit.

Oh well, time to move on.

Previous Older Entries